Warga RT 12 Gunung Elai Bontang Gagas Budidaya Tanaman Hortikultura secara Swadaya

0
15

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Warga di RT 12 Gunung Elai Bontang Utara menggagas program budidaya tanaman Hortikultura secara swadaya.

Program yang diinisasi ketua RT 12 itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang asri di wilayahnya.

Hal ini juga sebagai upaya membentuk kesadaran warga terhadap kemandirian pangan agar tidak bergantung pada pola komsumsi di pasar.

Ketua RT 12 Kelurahan Gunung Elai Syarif menuturkan, budidaya hortikultura itu meliputi tanaman sayuran, buah, tanaman hias dan tanaman obat keluarga atau biasa dikenal Toga.

Setiap warga diinstruksikan untuk menanam berbagai ragam jenis tanaman dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai lahan penanaman.

Baca juga: Menilik Budidaya Tanaman Vegetatif di Desa Loa Janan Ulu Kutai Kartanegara

Sementara untuk budidaya bibit juga dilakukan secara swadaya oleh warga dengan konsep greenhouse yang lokasinya di Gang Buncis, termasuk untuk sebagian pembelian bibit tanaman, pupuk dan polybag juga dilakukan secara swadaya.

Namun, diakui Syarif, sebagian bibit dan fasilitas penunjang penanaman bersumber dari bantuan pihak Kelurahan Gunung Elai.

Adanya program ini dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi serta menciptakan lingkungan pekarangan rumah yang asri.

Sebab selain tanaman buah, warga juga membudidayakan sejumlah ragam tanaman hias untuk mempercantik pekarangan rumah.

Baca juga: Warga Karang Joang Balikpapan Belajar Budidaya Sayuran hingga Pupuk Organik Cair

“Sebagian besar warga di RT 12 ini memang memiliki pengalaman tentang budidaya tanaman,” kata Syarif saat dikonfirmasi, Selasa (8/11/2022).

Sejauh ini hasil panen budidaya tanaman Hortikultura telah dinikmati warga, baik untuk keperluan pangan maupun untuk tambahan pendapat ekonomi keluarga.

Hasil panen sebelumnya, selain menenuhi kebutuhan pangan, beberapa juga dijual secara umum di pasaran dengan harga yang bersaing.

Bahkan tak jarang beberapa pedagang langsung datang membeli hasil panen warga untuk dijual kembali di pasar.

Baca juga: Mitra Binaan Pertamina di Kampung Atas Air Panen Perdana Sayuran Hidroponik

“Biasanya ada pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak hasil panen dari warga. Mereka membeli kebutuhan pangan seperti lombok, tomat, sayur sawi, daun sop, kunyit, temulawak dan sebagainya. Mereka membeli untuk diperjualbelikan kembali,” tuturnya.

Syarif berharap program ini dapat menjadi percontohan di wilayah lain.

“Pemkot Bontang juga diharap dapat melirik potensi ini untuk dikembangkan secara masal. Karena sangat menguntungkan baik secara ekonomi maupun kebutuhan pangan keluarga,” ucapnya. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here