Akses Jalan Tertutup, Ratusan Batang Tanaman Warga Tertimpa Longsor Di Tigo Lurah Kabupaten Solok

0
89

Arosukapost.com, Solok – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Bencana tersebut terjadi di Lurah Gadang, Jorong Tampak Kudo, Nagari Rangkiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah, pada Rabu (9/11/2022) pukul 03:00 Wib. 

Dalam peristiwa itu mengakibatkan tertutupnya akses jalan oleh material, tepatnya di jalan lintas Nagari Rangkiang Luluih menuju Nagari Sumiso. Tidak tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Bupati CUP 2022

Kapolres Solok AKBP Apri Wibowo, S.I.K, SH.MH, melaui Kapolsek Payung Sekaki, IPTU. Azirman, SH, membenarkan peristiwa itu. Menurutnya bencana alam tanah longsor yang terjadi di Kenagarian Rangkiang Luluih Kecamatan Tigo Lurah menyebabkan akses Jalan Lintas Nagari dari Kenagarian Rangkiang Luluih menuju Kenagarian Sumiso terputus.

“Ada beberapa titik lokasi, yakni di Korong Silasuang, Jorong Tampak Kudo, Nagari Rangkiang Luluih, dimana material longsor menutupi jalan sepanjang lebih kurang 5 meter, kemudian di Korong Lurah Limpauang menutupi jalan sepanjang kurang lebih 30 meter,” terang Kapolsek, saat dihubungi Rabu (9/11/22).

Adapun sambung Kapolsek, 1 (Satu) buah tiang Listrik milik PLN juga roboh di pinggir jalan nagari. Selain itu lahan perkebunan seperti tanaman kulit manis dan tanaman kopi milik warga masyarakat tertimbun akibat tanah longsor.

“Ada 4 orang warga mengalami kerugian akibat perkebunannya tertutup material longsor, yakni kebun milik Romi (28) sebanyak lebih kurang 400 batang tanaman kulit manis dengan taksiran kerugian Rp.20.000.000,(Dua Puluh Juta Rupiah). Perkebunan milik Kasir (56) diperkirakan 250 batang tanaman kulit manis dengan taksiran kerugian Rp.15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah),” jelas Iptu Azirman.

Tak hanya itu, perkebunan milik Dacan (32) mengalami hal yang sama, dimana terang Kapolsek, kurang lebih 20 batang tanaman kulit manis miliknya tertimbun tanah longsor dengan taksiran kerugianRp. 2.500.000,- (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

“Masih dilokasi yang sama, kebun milik Rustam (48) juga mengalami nasib yang sama, ada 20 batang tanaman kulit manis dan tanaman Kopi tertimbun longsor, dengan kerugian yang dialami kurang lebih Rp.2.500.000,- (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah),” ungkap Kapolsek.

Dalam kejadian ini, lanjut Kapolsek tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian yang dialami warga dengan total lebih kurang Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah).

“Saat ini sedang dilakukan pembersihan puin-puing yang dibantu 1 (Satu) unit Eksavator Nagari dan Dinas PU Kabupaten Solok yang dibantu oleh anggota jajaran Polsek Payung Sekakidan warga setempat dengan swadaya,” terang Iptu Azirman.

Kemudian upaya Kepolisian yang didampingi oleh perwakilan tingkat Kecamatan Tigo Lurah dan tokoh masyarakat melakukan pendataan di 2 (Dua) titik lokasi terjadinya bencana alam tanah longsor.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat setempat untuk tetap waspada serta antisipasi apabila terjadinya bencana alam susulan,” tutupnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here