Palwa Angwarmase Srikandi Asal Tanimbar Mampu Sukses Bersaing Dunia Bisnis

Saumlaki-Tanimbar, RSI | Salah satu Srikandi asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar Propinsi Maluku yang berasal dari Larat Kecamatan Tanimbar Utara ( Tanut) berani merintis usaha dengan mendirikan  koperasi yang secara khusus diperuntukkan guna membeli buah kelapa, tempurung dan beberapa hasil bumi lainnya serta dikirim ke Surabaya untuk diolah. 

Saat di temui wartawan Tifa Tanimbar di Pelabuhan Larat 16/07/2021, Palwa Angwarmase mengatakan, usahanya diawali dengan pembentukan koperasi bernama “Bintang Belantik Permai” dan berkantor di desa Olilit, Saumlaki.

Pilihan lokasi kantor di Olilit, berkaitan dengan segala urusan administrasi dan rentang kendali lebih dekat. Sementara di kecamatan Tanut, koperasi telah siapkan satu bangunan rumah yang dijadikan kantor cabang. Rencananya kami akan pasok juga sembako, furniture, alat rumah tangga, dan sebagainya, ungkapnya

Koperasi ini, terang dia, bergerak di bidang usaha pembelian buah kelapa, tempurung, kopra dan rumput laut. Kedepan, tidak tertutup kemungkinan kami juga akan beli hasil bumi lainnya. Namun karena koperasi baru memulai usaha, maka untuk sementara waktu, kami awali dengan buah kelapa dan tempurung dulu, jelas Angwarmase.

Berdasarkan pertimbangan bahwa masalah transportasi terutama kapal sebagai angkutan laut di wilayah Kepulauan seperti Tanimbar, memang masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, koperasi  kami telah membeli satu kapal laut yang dikhususkan guna mobilisasi hasil bumi yang sudah dibeli dan akan dikirimkan ke Surabaya.

Anak Buah Kapal (ABK) kapal harus memiliki surat-surat lengkap. Koperasi tidak ingin ada resiko sebab jika satu orang ABK saja tidak miliki berkas lengkap, operasional kami akan terhambat, ungkap Angwarmase. 

Patut disyukuri, masih ada masyarakat pribumi, apalagi seorang puteri asal Tanimbar sendiri. Meski terlahir dari keluarga petani, tetapi bisa memiliki kapal. Ini menjadi bukti bahwa anak-anak Tanimbar juga bisa bersaing dalam dunia usaha. Sangat tergantung apakah kita mau dan ingin berusaha atau tidak, katanya dengan rendah hati. 

Harapan kami, semoga bencana non alam pandemi covid-19 bisa secepatnya berakhir. Sebab dalam usaha koperasi  yang kami laksanakan sangat terasa dampaknya. Bukan hanya bagi pengusaha saja tetapi masyarakat kecil juga.

Karena hasil bumi yang diproduksi oleh masyarakat, kami pengusaha bisa memperoleh pendapatan. Sebaliknya, dengan adanya pengusaha membeli produksi hasil bumi, masyarakat bisa memiliki pendapatan.

Kami berharap masyarakat dalam proses jual beli, tetap mematuhi Protekol Kesehatan (ProtKes) yaitu, memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dan melindungi keluarga, tandas Palwa mengakhiri. (Agus Masela)