Kades Namtabung Sebut Tomas Kelompok Sakit Hati

Saumlaki, RSI | Kepala desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( Keptan), Theo  J. Malisngorar akhirnya angkat bicara terkait dengan laporan tokoh masyarakat (Tomas) tentang proyek Kelompok Swadaya Masyarakat  (KSM ) Desa Namtabung yang dikabarkan mangkrak bahkan di kleim bahwa dikelola langsung oleh Pemerintah Desa setempat.

Dalam keterangannya kepada media ini seluler Malisngorar menjelaskan bahwa tentang proyek KSM tersebut adalah proyek yang didapat dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas Ciptakan Karya Kabupaten Kepulauan Tanimbar Propinsi Maluku yang di peruntukan kepada Desa Namtabung untuk membantu masyarakat yang  kurang mampu, bahkan sampai pada pembentukan panitia pembangunan itupun di atur oleh Dinas yang bersangkutan.

Dijelaskan bahwa terkait pembangunan lima puluh (50) MCK berdasarkan hasil pengawasan Pemdes semuanya sudah terselesaikan bahkan materialnya juga diatur berdasarkan petunjuk pelaksanaan dari Dinas Cipta Karya.

Jadi sebagai Kades saya sangat kesal terhadap mereka yang menamakan dirinya sebagai Tomas yang menurutnya adalah kelompok khusus patah hati yang sama sekali tidak berkonstribusi di Desa Namtabung. Bahkan yang sangat disesalkan adalah Tomas tersebut adalah sebagai sekretaris BPD, seyogianya berjalan berdasarkan tupoksinya sebagai lembaga yang mengawasi jalannya Pemerintahan Desa bukan seperti ini, “kesal Malisngorar.

Diakuinya bahwa terkait dengan laporan para Tomas tersebut yang ditujukan kepada pihak Polres Kepulauan Tanimbar, Kejaksaan Negeri Saumlaki dan Inspektorat Daerah namun tidak ada yang menanggapi bahkan dari Inspektorat sendiri sudah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap fisik pembangunan tetapi tidak menemukan masalah seperti yang dituduhkan oleh para Tomas tersebut.

Ditambahkan, sebagai kades dirinya sangat malu dengan tindakan masyarakat yang kepentingannya tidak diakomodir di dalam proyek pembangunan tersebut, bahkan dia kembali menuding bahwa mereka adalah kelompok yang selalu memecah belah persatuan dan kesatuan di Desa Namtabung saat ini, “tuding Kades.

Dia juga berharap, kalau masalah seperti ini harus mengedepankan fakta, bukan berasumsi hanya karena mau menjatuhkan seseorang lalu harus membuat laporan yang tidak bisa di pertanggung jawabkan secara hukum.

Dan ternyata bahwa walaupun masalah ini sudah dilaporkan kepada pihak hukum, namun tdak dapat direalisasi karena unsur tersebut. Saya yakin bahwa hasil pemeriksaan inspekturat daerah tidak ada unsur penyalahgunaan  maupun unsur lain yang patut disangkahkan kepada Pemdes, terang Malisngorar.

Pewarta : Agus Masela